free page hit counter

Jasa Pembuatan SKUP Migas

Perusahaan Anda Membutuhkan SKUP Migas?

Jasa Pembuatan SKUP Migas Sertifikat perijinan birokrasi.

Apakah Saat Ini Perusahan Anda Dalam Kondisi Ini?

Pengadaan Barang & Jasa

Ingin mengikuti Tender pengadaan barang atau jasa di lembaga pemerintah atau instansi BUMN Dalam Bidang Migas?

Skala Proyek Membesar

Akan mengambil pekerjaan- pekerjaan Migas dengan skala yang besar dan tinggi.

Belum Punya Sertifikat SKUp Migas

Kepemilikan Surat Kemampuan Usaha Penunjang Migas Belum Dimiliki Perusahaan Anda?

Belum Tahu Persyaratan SKUP Migas

Perusahaan Anda Kebingungan Memenuhi Persyaratan Pembuatan SKUP Migas?

Segera Konsultasi Pembuatan
SKUP Migas Perusahaan Anda Dengan Kami

Isi Form Di Bawah Ini dan Langsung Berkonsultasi dengan Ahlinya dalam Pengurusan SKUP Migas

Segera Penuhi Persyaratan agar Perusahaan Anda Berkembang!

Surat Kemampuan Usaha Penunjang Migas atau sering disebut SKUP Migas merupakan pemberian izin kepada perusahaan atau perorangan yang sanggup memproduksi barang dan/atau jasa dalam negeri. Hanya saja utamanya Pengurusan SKUP Migas pun sebagian besar diserahkan kepada jasa SKUP Migas yang lebih menguasai masalah perijinan birokrasi.

Keberadaan SKUP Migas ini sejalan dengan amanat dalam Undang-undang Dasar ’45 Pasal 33 Ayat 2. Dalam pasal tersebut dijelaskan dengan tegas bahwa pengelolaan terhadap sumber daya alam yang ada dilakukan oleh negara demi kemakmuran rakyat. Dengan demikian, negara pun turut ‘mengelola’ kekayaan negara  dalam bentuk pemberian izin.

Tujuan dari pemberian izin SKUP Migas adalah agar untuk membentuk sistem dalam kegiatan usaha penunjang migas yang mandiri, transparan, dan memiliki daya saing. Selain itu, izin ini juga diperlukan sebagai alat dalam mendorong efesiensi dan serta mampu mengembangkan potensi sebagai usaha penunjang migas dalam tataran nasional.

Persyaratan SKUP Migas

Apa saja Persyaratan yang Diperlukan dalam Pengurusan Jasa SKUP Migas?

Dalam pemenuhan persyaratan untuk pengajuan SKUP Migas, dibedakan menjadi dua. Ini dikarenakan bidang jasa konstruksi dan jasa non-konstruksi memiliki detail persyaratan yang hampir mirip. Sementara itu, bidang industri penunjang migas memiliki detail persyaratan yang berbeda dari keduanya. Hal ini dipengaruhi oleh lingkup kerja industri yang berbeda dengan jasa konstruksi maupun jasa non-konstruksi. 

1. Jasa Konstruksi dan Jasa Non-Konstruksi

Peranan dari jasa SKUP Migas dalam proses persiapan hingga pengajuan izin bagi perusahaan yang bergerak di sektor migas tergolong besar. Hal ini dikarenakan, selain membantu proses persiapan, biasanya pihak jasa juga akan memberikan bimbingan dan konsultasi agar mendapatkan nilai maksimal. Adapun total skor yang dapat diperoleh yaitu 100. Berikut merupakan kelengkapan persyaratan yang harus diserahkan saat mengajukan izin SKUP Migas:

  • Data terkait kemampuan sebagai usaha penunjang
  • Akta Perusahaan
  • SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)
  • Bagi perusahaan yang mengalami perubahan data maka harus menyertakan SKUP Migas yang lama
  • Daftar tenaga ahli serta tenaga pendukung
  • Pengalaman pekerjaan
  • Sertifikat Manajemen Mutu, Lingkungan, dan K3
  • Struktur organisasi perusahaan
  • Untuk jasa konstruksi maka harus menyertakan izin Amdal, UKL, dan UPL
  • Bukti kepemilikan terhadap fasilitas kerja
  • Bukti kepemilikan peralatan yang dibutuhkan
  • Alur proses kegiatan jasa
  • Profil dari perusahaan
  • Roadmap TKDN perusahaan
  • Sertifikat yang dimiliki oleh tenaga ahli dan tenaga terampil
  • Performance Bond sebagai bukti permodalan di Bank BUMN
  • Memiliki program CSR (Corporate Social Responsibility)
  • Untuk perusahaan asing, harus menyertakan perjanjian kerjasama (PKS) dengan pabrikan dalam negeri
  • Bukti audit keuangan per tahun serta SPT untuk tahun terakhir
  • Memberikan bukti ahli teknologi (pegawai yang bertanggung jawab menunjukkan bukti training dan bukti pelaksanaan)
  • NPWP perusahaan
  • Formulir keberpihakan dalam negeri
  • Bagi jasa konstruksi migas maka harus menyertakan pula SIUJK (Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi)
  • Sementara itu jasa non-konstruksi migas sub jasa inspeksi dan pengujian teknis perlu menyertakan Sertifikat Manajemen Lembaga Inspek dan Kepemilikan Standar yang disesuaikan dengan bidang inspeksi
  • Untuk jasa non-konstruksi migas sub penyewaan angkutan harus memiliki salah satu atau semua dari: SIUPAL (Surat Izin Usaha Perusahaan Angkutan Kapal), SIUAU (Surat Izin Usaha Angkutan Udara), dan/atau Gorss Akta Kapal

2. Industri Penunjang Migas

Berbeda dengan jasa konstruksi dan jasa non-kontruksi yang dapat merupakan perorangan, maka pada industri penunjang migas ini selalu berbentuk korporasi. Penyebabnya adalah industri penunjang di sektor migas memiliki skala produksi yang besar, sehingga mustahil dapat dilakukan oleh perorangan. Adapun total skor penilaian maksimal yang dapat diperoleh sama seperti sebelumnya, yakni 100. Di bawah ini adalah syarat-syarat yang akan dibantu oleh jasa SKUP Migas dalam proses persiapannya:

  • Data mengenai kemampuan usaha penunjang
  • Akta Perusahaan
  • Akta pengangkatan Dewan Direksi serta Komisaris, juga data kepemilikan saham terakhir
  • Surat Izin Usaha Industri
  • SKUP Migas lama apabila terjadi perubahan data perusahaan dibandingkan dengan saat permohonan izin sebelumnya
  • Memiliki persetujuan AMDAL, UKL, dan UPL
  • Sertifikat Manajemen Mutu, Lingkungan, K3, serta Produk
  • Audit dari Laporan Sistem Manajemen Mutu, Lingkungan, dan K3 yang merupakan hasil sertifikasi atau surveillance yang terakhir dilakukan
  • Sertifikat TKDN
  • Alur dari proses produksi yang dijalankan
  • Struktur Organisasi Perusahaan
  • Engineer Drawing/MSDS Produk
  • Data mengenai daftar tenaga kerja beserta lama masa periode bekerja
  • Daftar peralatan produksi yang digunakan
  • Memiliki alat produksi utama yang dibutuhkan yang disertai bukti (dapat berupa bukti transaksi pembelian)
  • Profil perusahaan
  • Catatan pengalaman pekerjaan dari tenaga kerja
  • Laporan keuangan khusus untuk tahun terakhir saja
  • Memiliki bukti status kepemilikan lahan
  • Adanya rencana serta bukti realisasi penyelenggaraan training internal untuk tenaga kerja yang bersifat teknis pada tahun terakhir (bukti berupa dokumentasi pelaksanaan training serta daftar absensi peserta)
  • Terdapat rencana dan bukti realisasi pengiriman training eksternal bagi tenaga kerja yang bersifat teknis pada tahun terakhir (dibuktikan dengan menyertakan sertifikan training tenaga kerja yang diberangkatkan)
  • Memberikan contoh dokumentasi pelaksanaan Quality Control incoming material
  • Melapirkan contoh Work Order untuk tiap produk
  • Mencantumkan contoh Quality Control pada proses produksi dan Quality Control dari produk yang dihasilkan (finish good)
  • Menyertakan Purchase Order, Delivery Order, dan Packing Invoice (atau Shipment Invoice untuk yang pernah mengekspor produk)
  • Memiliki garansi pada produk bagi konsumen
  • Perhitungan kapasitas produksi yang mampu dihasilkan

Bidang Usaha yang Bisa Membutuhkan Izin SKUP Migas

Sebelum menghubungi jasa SKUP Migas, sebaiknya kenali jenis-jenis usaha apa yang membutuhkan izin ini. Menurut aturan dalam Permen 14 Tahun 2018, terdapat 13 jenis subbidang usaha yang perlu untuk memperoleh SKUP Migas. Dari 13 subbidang tersebut dapat dikelompokkan menjadi 3 bidang utama, yaitu bidang jasa konstruksi migas, jasa non-konstruksi migas, dan industri penunjang migas. Ketiga bidang tersebut bersinggungan secara langsung dengan industri di sektor migas, berikut adalah rinciannya secara mendetail:

1. Jasa Konstruksi Migas: Konsultasi Konstruksi

Jasa konsultasi konstruksi berbeda dengan jasa konstruksi, di mana jasa ini hanya memberikan konsultasi terkait pekerjaan konstruksi. Artinya, perusahaan jasa sama sekali tidak bersinggungan langsung dengan masalah konstruksi di lapangan. Meskipun demikian, perusahaan jasa konsultan konstruksi tetap akan menghubungi jasa SKUP Migas untuk mengurus izin terkait hal tersebut. Ini dikarenakan, dalam memberikan konsultasi harus memahami kemampuan manajemen lingkungan, mutu, serta K3.

Menurut James F. Rogers II pada artikel yang dituliskannya untuk ITWORK, jasa konsultant memiliki keahlian pada bidang konstruksi, sehingga dapat memberikan masukan-masukan terkait. Perusahaan konsultan memberikan saran dan pendapat perihal pekerjaan konstruksi yang akan dilakukan terhadap suatu lokasi atau wilayah. Dengan latar belakang keahlian yang dimiliki, pendapat yang disampaikan akan dijadikan sebagai salah satu bahan pertimbangan penting dalam proses konstruksi yang akan dilaksanakan. Alasan itulah yang menyebabkan perlunya izin SKUP Migas.

2. Jasa Konstruksi Migas: Pekerjaan Konstruksi

Setelah konsultan, jasa yang berhubungan langsung dengan bidang konstruksi adalah jasa pekerjaan konstruksi. Apabila jasa konsultasi bertugas memberikan konsultasi, masukan, serta opini, maka jasa pekerjaan konstruksi adalah bagian utama dari kegiatan konstruksi, yakni membangun. Secara mudahnya Rogers menjelaskan bahwa perusahaan inilah yang merealisasikan rencana pembangunan yang telah dibuat setelah terjadi kesepakatan harga.

Artinya, setelah mencapai kata sepakat terkait dengan rencana pekerjaan serta harga yang harus dibayarkan, maka tugas jasa konstruksi adalah membangunnya. Dalam proses pembangunan, akan dihasilkan sebuah produk konstruksi yang harus sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan serta tidak menimbulkan banyak dampak negatif bagi lingkungan. Oleh karenanya, jenis usaha seperti ini pun perlu menghubungi jasa SKUP Migas untuk diuruskan izin SKUP Migas-nya.

3. Jasa Konstruksi Migas: Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi

Dalam pekerjaan konstruksi terdapat istilah pekerjaan konstruksi terintegrasi. Hal tersebut berarti pekerjaan konstruksi yang dilakukan mencakup berbagai bidang dan harus dilakukan secara terintegrasi demi terselesaikannya pekerjaan konstruksi. Pelaksana dari pekerjaan konstruksi terintegrasi ini dapat dilakukan oleh satu perusahaan jasa atau lebih. Artinya perusahaan jasa bertanggung jawab atas satu atau lebih subpekerjaan konstruksi.

Wu dan Yao (dalam symposium CRIOM tahun 2006) menjelaskan bahwa tujuan dari integrasi adalah demi optimalnya pekerjaan konstruksi yang dilakukan. Dengan banyaknya ahli yang bertanggung jawab terhadap satu subpekerjaan, maka ada kemungkinan terjadinya miskomunikasi. Di sinilah peranan integrasi diperlukan demi memanajemen pekerjaan agar terselesaikan sebagaimana mestinya.

4. Jasa Non-Konstruksi Migas: Geologi dan Geofisika

Jasa geologi dan geofisika seringkali dimanfaatkan untuk pencarian minyak dan gas bumi. Hasil dari penelitian yang dilakukan jasa ini turut menentukan apakah kegiatan tambang akan dilakukan atau tidak. Dapat dikatakan bahwa secara tidak langsung jasa non-konstruksi ini pun turut bertanggung jawab terhadap eksploitasi usaha tambang yang mungkin dilakukan. Karenanya perlu menggunakan jasa SKUP Migas agar jasa ini benar-benar memenuhi persyaratan sebagaimana yang telah ditetapkan.

5. Jasa Non-Konstruksi Migas: Pemboran

Bentuk dari usaha yang secara kasat mata terkait dengan eksploitasi minya dan gas bumi adalah jasa pemboran minyak dan gas bumi. Jasa ini melakukan pengeboran pada suatu wilayah yang memiliki kandungan minyak dan gas bumi melipah untuk dijadikan sebagai bahan bakar. Hingga saat ini minyak dan gas bumi merupakan sumber energi utama yang digunakan umat manusia.

Untuk dapat melaksanakan pekerjaannya, jasa pemboran perlu dibantu oleh SKUP Migas agar dapat mendapatkan izin. Dengan adanya izin SKUP Migas, berarti keberadaan perusahaan telah diakui secara nasional untuk dapat melaksanakan pekerjaan sebagaimana mestinya. Artinya, kelengkapan persyaratan tidak hanya diperuntukkan pada saat mengajukan izin saja, melainkan akan tetap dipertahankan selama usaha tersebut masih beroperasi.

6. Jasa Non-Konstruksi Migas: Inspeksi dan Pengujian Teknis

Adapun jasa inspeksi dan pengujian teknis yang dimaksud di sini merupakan yang memiliki keterkaitan dengan minyak dan gas bumi. Dalam Permen Nomor 14 tahun 2018 disebutkan bahwa perusahaan inspeksi diutamakan yang memiliki modal dalam negeri. Selanjutnya dijelaskan bahwa tenaga ahli yang dimiliki harus sesuai dengan bidang inspeksi dan pengujian yang dijalankan.

Selain itu, usaha harus telah mengantongi SNI ISO/IEC 17020 Tipe A yang dikeluarkan oleh lembaga inspeksi lain yang telah terakreditasi. Di samping itu, perlu pula memiliki perlengkapan dan kelengkapan yang dibutuhkan dalam inspeksi. Untuk lebih jelasnya, dapat dikonsultasikan kepada jasa SKUP Migas mengenai apa saja yang perlu dipersiapkan untuk mendapatkan izin SKUP Migas.

7. Jasa Non-Konstruksi Migas: Pekerjaan Pasca Operasi

Minyak dan gas bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui dan perlu jutaan tahun untuk direproduksi. Artinya, setelah kegiatan penambangan minyak dan bumi di suatu lokasi selesai, maka perlu penanganan khusus dalam merehabilitasi lokasi tersebut. Dalam Permen No. 14 Tahun 2018 sendiri dijelaskan bahwa pekerjaan pasca operasi wajib untuk dilakukan pada lokasi tersebut.

Adapun pekerjaan yang dimaksud yaitu pembongkaran instalasi mesin, peratalan, serta fasilitas penunjang yang diperlukan selama proses pemboran. Perlu pula dilakukan penutupan sumur secara permanen dan rehabilitasi lokasi karena limbah yang dihasilkan selama proses penambangan. Jasa SKUP Migas diperlukan disini untuk memastikan bahwa usaha pekerjaan pasca operasi telah memenuhi prosedur agar tidak menambah daftar panjang pengrusakan alam.

8. Jasa Non-Konstruksi Migas: Penelitian dan Pengembangan

Dalam Permen ESDM Nomor 24 Tahun 2014, dijelaskan bahwa usaha penelitian dan pengembangan terkait dengan jasa eskplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Lebih lanjut dijelaskan pula bahwa pengolahan, produksi produk turunan, aplikasi dari produk, serta teknologi minyak dan gas bumi juga masuk dalah golongan ini. Oleh karenanya usaha di bidang penelitian dan pengembangan juga perlu jasa SKUP Migas.

9. Jasa Non-Konstruksi Migas: Pengolahan Limbah

Proses eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi untuk memenuhi kebutuhan manusia menghasilkan limbah yang mencemari lingkungan. Oleh sebab itu dibutuhkan proses pengolahan limbah yang tepat agar tidak memperburuk kondisi bumi. Biasanya, proses ini diserahkan kepada perusahaan yang bergerak khusus di bidang jasa pengolahan limbah.

Dari setiap produksi minyak bumi saja dihasilkan sekitar 0,26% limbah, sementara setiap harinya Indonesia mampu menghasilkan 1,2 juta barrel per hari (Tim Komunikasi ESDM). Untuk itu, agar dapat mengatasi pengolahan limbah dengan sebagaimanamestinya, perusahaan pengolahan limbah perlu meminta bantuan pada jasa SKUP Migas. Dengan begitu, prosedur pengolahan limbah dapat dijalankan dengan tepat, sehingga dapat turut menjaga pelestarian lingkungan.

10. Jasa Non-Konstruksi Migas: Penyewaan Angkutan

Dalam proses penambangan minyak dan gas dikenal istilah kegiatan usaha hilir dan kegiatan usaha hulu. Biasanya, keseluruhan proses tidak dilakukan oleh satu badan usaha atau satu perusahaan saja, melainkan secara bersama-sama sekaligus. Adapun tugas dari jasa penyewaan angkutan adalah sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam mengangkut hasil minyak bumi dan gas. Artinya, jasa ini memiliki angkutan yang disewakan khusus untuk mengangkut hasil minyak dan gas bumi.

Ada persyaratan khusus yang perlu dipenuhi oleh perusahaan penyewaan angkutan agar dapat digunakan sebagai angkutan minyak dan gas bumi. Oleh karenanya, perlu untuk berkonsultasi pada jasa SKUP Migas demi mendapatkan izin yang dibutuhkan. Selain moda angkutan konvensional seperti kapal atau truk tanki, proses pengangkutan juga menggunakan pipa transmisi.

11. Jasa Non-Konstruksi Migas: Pengoperasian dan Pemeliharaan

Usaha pengoperasian dan pemeliharaan dalam sektor migas perlu dilakukan demi kelancaran serta keamanan proses penambangan. Penambangan minyak dan gas bumi merupakan lokasi yang memiliki resiko kecelakaan yang tinggi apabila tidak dioperasikan serta dipelihara dengan semestinya. Dengan begitu, bidang usaha ini pun memerlukan bantuan dari jasa SKUP Migas demi mendapatkan izin operasional.

12. Industri Penunjang Migas: Industri Material

Pengertian dari industri material migas berbeda dengan industri migas. Jika industri migas merupakan seluruh proses kegiatan usaha hulu hingga hilir, sedangkan industri material migas adalah bagian dari industri penunjangnya. Artinya, industri ini diperlukan untuk memproduksi material yang dibutuhkan dalam proses industri migas secara menyeluruh. Hal ini dapat dijelaskan lebih lanjut, bahwa bila kebutuhan material tersebut tidak terpenuhi, proses produksi migas dapat terhenti.

Dikarenakan pentingnya industri material sebagai penunjang produksi migas, maka dalam proses produksinya pun perlu memenuhi standar-standar khusus. Standar inilah yang harus dipenuhi untuk dapat memperoleh izin. Oleh karenanya, agar proses perizinan dapat berjalan dengan lancar, ada baiknya untuk menggunakan jasa SKUP Migas.

13. Industri Penunjang Migas: Industri Peralatan

Sama halnya seperti industri material, industri peralatan yang dimaksud di sini pun merupakan industri penunjang migas. Tujuan dari industri peralatan ini adalah menyediakan peralatan-peralatan yang dibutuhkan dalam proses produksi migas, baik dalam kegiatan usaha hulu maupun kegiatan usaha hilir. Untuk itu, berkonsultasi kepada jasa SKUP Migas pun sangat disarankan demi mencapai standar produksi yang telah ditetapkan.

Proses Pembuatan SKUP Migas Dengan
Tuantender.id

01

Konsultasi Dengan Team Tuantender.id
GRATIS

02

Pengecekan Persyaratan & Kelengkapan Surat-surat

03

Pengajuan Sertifikasi dari Badan Sertifikasi

04

Proses Selesai, Mudah dan Cepat
error: Content is protected !!